PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

I . Prinsip Dasar Pengadaan

    • Efisien

    • Efektif

    • Terbuka dan Bersaing

    • Transparan

    • Adil/Tidak Diskriminatif

    • Akuntabel

II. Ketentuan Umum

           • Vendor yang telah lulus seleksi

           • Vendor yang telah terdaftar dalam daftar induk produsen

           • Vendor yang telah berpartisipasi pada tahap tender

           • Vendor yang telah mempunyai SPPJ dengan PT PP Presisi Tbk

  1. Pengadaan material/jasa oleh Divisi SCM adalah pembelian barang/jasa Non Z (Stock dan Non Stock untuk barang) sesuai perencanaan kebutuhan proyek yang bersifat poreto/strategis/kritikal/high risk/value potensial/rutin untuk seluruh proyek PT PP Presisi Tbk.
  2. Pengadaan material/jasa oleh Divisi SCM adalah pembelian barang/jasa Non Z (Stock dan Non Stock untuk barang) sesuai perencanaan kebutuhan proyek yang bersifat poreto/strategis/kritikal/high risk/value potensial/rutin untuk seluruh proyek PT PP Presisi Tbk.
  3. Barang/jasa yang di beli berasal dari:
  • Vendor yang telah mempunyai kontrak SPPJ dengan PT PP Presisi Tbk untuk keperluan penerbitan PO tidak diperlukan lagi proses seleksi maupun evaluasi, kecuali untuk hal-hal yang telah diatur dalam kontrak SPPJ.
  • Seleksi negosiasi dilaksanakan untuk barang/jasa Non Z yang belum ada SPPJ minimal satu bulan dari jadwal pelaksaan dan dilihat dari ketersediaan barang/jasa dari vendor.

  • Pengiriman PO ke vendor untuk barang/jasa Non Z dan Z melalui email dilakukan oleh system atau dari Divisi SCM sesuai dengan alamat vendor.

III. Syarat menjadi rekanan PT PP Presisi Tbk

  1. Rekanan harus berbentuk badan usaha atau perseorangan dan dianggap mampu melakukan perbuatan hukum.

  2. Untuk menjadi rekanan PT. PP Presisi Tbk, calon rekanan mendaftar terlebih dahulu ke eproc.pp-presisi.co.id, vendor mengisi dan melengkapi data yang benar dan akurat, sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

  3. Calon Rekanan dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di PT. PP Presisi Tbk apabila telah mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar menjadi Rekanan.

  4. Rekanan wajib memperbaharui data perusahaannya jika tidak sesuai lagi dengan keadaan yang sebenarnya.